Penjelasan Keanekaragaman Hayati Secara Lengkap

Keanekaragaman Hayati – Berapakah jumlah jenis hean dan tumbuhan yang ada di bumi? bila dihitung maka jumlahnya akan sangat banyak sekali dan memiliki bentuk dan rupa yang beranekaragam. berbagai macam penelitian telah dilakukan dan hingga saat ini masih saja terus ditemukan bermacam – macam makhluk hidup jenis yang baru dan ternyata masih banyak jenis hewan maupun tumbuhan yang bahkan belum diberi nama karena harus melalui identifikasi yang cukup panjang. Bioprospeksi adalah upaya yang dilakukan para peneliti untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi berbagai macam data dari semua sumber daya alam hati Di seluruh dunia. Indonesia termasuk negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi sekali. Bahkan dari hasil penelitian ternyata 10 % dari jenis tumbuhan di seluruh dunia hidup di Indonesia. Dan jumlah spesies mamalia juga sangat banyak sekali mencapai 515 spesies. Hal ini menunjukkan terdapat sekitar 12 % mamalia di dunia hidup di Indonesia.Negara Indonesia juga termasuk dari urutan ke 3 di dunia sebagai tempat hidup Spesies amfibi dengan jumlah 270 spesies dari 600 spesies tersebut. Di Indonesia juga memiliki spesies kupu – kupu yang sangat tinggi yakni 121 spesies kupu – kupu, dari jumlah tersebut 44 % termasuk endemik atau jenis asli yang hanya hidup pada suatu wilayah di Indonesia.

Dengan banyaknya jumlah spesies yang berasal dari Indonesia maka kita patutnya berbangga hati dan selalu melakukan upaya agar spesies tersebut tidak menjadi punah dan tetap bertahan di Negeri ini. Sebaiknya upaya pelestarian makhluk hidup tersebut senantiasa digalakkan kepada seluruh rakyat di Indonesia.

Jenis – Jenis keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi 3 yaitu  Keanekaragaman hayati tingkat gen, keanekaragaman hayati tingkat jenis dan keanakaragaman ekosistem. Berikut ini akan kami bahas secara mendetail

Keanekaragaman hayati tingkat gen

Keanekaragaman hayati tingkat gen adalah keanekaragaman yang terjadi pada hewan yang satu spesies. Sebagai contoh cobalah anda amati ayam kampung (Gallus gallus). Cobalah anda kumpulkan dan amati ciri – ciri yang dimilikinya mulai dari warna bulu, ukuran tubuhnya, bentuk jengger, dan sebagainya. Anda akan mendapatkan data bahwa mereka berbeda – beda. Anda akan menemukan warna ayam jkmpung berwarna hitam, merah, putih. Dari segi bentuk jenggenrnya ada yang berbentuk mawar, berpial pea, dari segi ukuran anda akan menemukan ukuran kecil (kate), ukuran sedang ataupun bangkok (tinggi).

Mengapa terjadi perbedaan – perbedaan tersebut? Hal itu disebabkan karena terdapat perbedaan susunan dan struktur gen (Genotip) sedangkan sifat yang dapat diamati atau tampak dari luar disebut fenotip. Sedangkan variasi yang terjadi pada hewan – hewan satu spesies disebut dengan varietas.

variasi bentuk pial

Gambar variasi bentuk pial pada ayam

Banyak jenis hewan maupun tumbuhan yang memiliki variasi contohnya Tanaman padi yang memiliki banyak sekali variasi atau varietass yang disebabkan karena perbedaan cita rasa, perbedaan ketahanan, aromanya ketika dimasam dan umur produktifnya. Varietas padi yang baik akan dikembangkan lebih banyak. Perbedaan ciri ciri antar individu di dalam satu spesies itulah yang disebut sebagai keanekaragaman hayati tingkat gen.

Keanekaragaman hayati tingkat jenis


Keanekaragaman hayati tingkat jenis lebih mudah diamati di bandingkan dengan keanekaragaman hayati tingkat spesies karena lebih mudah diamati perbedaan ciri – cirinya mulai dari ukuran daun, bentuk batang, bentuk bunga, bentuk biji dan buah. Saya berikan contoh antara singa dan hariamu, dimana sangat terlihat jelas sekali perbedaan yang dimilikinya mulai dari bentuk ukuran tubuh, warna dan corak rambut tubuhnya dan lainnya. hal ini menunjukkan terjadinya keanekaragaman jenis pada hewan yang berbeda spesie

 

Perbedaan singa dan harimau

 

Mengamati perbedaan antara spesies yang berbeda spesies mudah dilakukan dibandingkan dengan mengamati perbedaan ciri ciri dari individu yang ada pada satu spesies. Perbedaan ciri ciri dan sifat – sifat yang ada dalam sebuah individu yang berbeda jenis menunjukkan adanya keanekaragaman jenis.

Keanekaragaman jenis juga dapat terjadi pada makhluk mikroorganisme seperti Saccharomyces sp dan Rhizopus sp dimana Rhizopus adalah jamur yang hanya terdiri dari benang – benang hifa tidak memiliki sekat  dan menghasilkan zigospora sedangkan Saccharomyces sp adalah jenis jamur yang tidak memiliki hifa dan menghasilkan tunas

Keanekaragaman ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya. di dalam ekosistem juga terjadi keanekaragaman karena ia terdiri dari 2 komponen yang karakternya dapat berbeda yaitu komponen biotik (hidup) dan komponen abiotik (tidak hidup). Di dalam sebuah ekosistem selalu ada komponen biotik dan abiotiknya sehingga terjadilah keanekaragaman ekosistem.

Komponen biotik terdiri dari hewan dan tumbuhan yang mencakup produsen, konsumen, dekomposer, detritivor. Sedangkan komponen abiotik terdiri dari tanah, air, udara, kelembaban, suhu dan lain – lain.

Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat (terestrial) dan ekosistem perairan (akuatik). nah dari kedua ekosistem tesebut cakupannya adalah Bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan basah, bioma hutan gugur, bioma taiga, bioma tundra. berikut ini kita akan bahas satu persatu bioma tersebut.

 

a. Bioma gurun/padang pasir

Bioma gurun hanya dapat di tumbuhi oleh beberapa jenis makhluk hidup saja seperti kaktus dan hewan seperti unta. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat rendah, suhu di malam hari sangat dingin dan di siang hari sangat panas sehingga tidak banyak makhluk hidup yang bisa bertahan. beberapa wilayah yang masuk bioma gurun adalah Asia, Amerika utara, Australia.

b. Bioma padang rumput atau savanna

Pada bioma ini banyak sekali jenis tumbuhan yang berupa perdu ada pohon. hal ini disebabkan karena curah hujannya yang lebih tinggi. Akibatnya hewan pemakan tumbuhan dan pemakan hewan berkembangbiak dengan baik. Bioma padang rumput terletak di Australia, Amerika afrika dan asia bagian selatan.


c. Bioma hutan hujan tropis

Ciri ciri bioma ini adalah banyaknya pohon – pohon yang besar, memiliki daun yang lebar dan lebat. Curah hujannya sangat tinggi di sepanjang tahun dan memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan yang cukup tinggi. Contoh bioma hutan tropis terletak di Amerika selatan, Aftrika, Australia bagian timur dan Asia tenggara.

 d. Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur dicirikan memiliki pohon yang berdaun lebar dan memiliki kebiasaan menggugurkan daunnya ketika musim dingin. Hewan yang hidup di bioma ini memiliki aktivitas musiman karena musim dinginnya yang sangat ekstrim. Bioma hutan gugur banyak terdapat di Eropa, Asia timur, Amerika Serikat dan Amerika Timur.


e. Bioma taiga

Ciri ciri bioma taiga adalah memiliki tumbuhan konifer dan rendahnya keanekaragaman tumbuhan. Contoh Bioma Taiga ada di benua Eropa, Benua asia,, Amerika Utara


f. Bioma tundra

Ciri ciri bioma tundra adalah memiliki banyak jenis tumbuhan lumut mulai dari lumut kerak, dan pohon – pohon yang berukuran kecil. Bioma tundra biasanya terdapat di sekitar Kutub.

 

Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Ekosistem  berairan berdasarkan aliran airnya dapat dibedakan menjadi Ekosistem Lotik dan Ekosistem Lentik. berikut ini penjelasan Lengkapnya.

1. Ekosistem perairan mengalir (lotik)

Ekosistem perairan mengalir memiliki ciri  - ciri airnya yang selalu mengalir dari bagian yang tinggi ke bagian yang rendah. Contoh Ekosistem ini adalah sungai dan air terjun

2. Ekosistem perairan tidak mengalir (lentik).

Ciri ciri ekosistem ini adalah terdapat air yang selalu tergenang atau tidak mengalir ke tempat lain. Contoh ekosistem ini adalah danau, rawa – rawa, bendungan dan waduk

 

Ekosistem juga dibagi berdasarkan salinitasnya ada 2 jenis yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

1. Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar memiliki ciri ciri kadar garam yang sangat rendah, intensitas cahaya yang masuk sangat sedikit. Contoh ekosistem ini adalah Danau, kolam dan bendungan.
2. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut memiliki ciri ciri kadar garam yang sangat tinggi sehingga rasa airnya asin. Selain itu intensitas cahaya matahari yang masuk sangat tinggi. Contohnya adalah laut.

Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Keanekaragaman Hayati di Indonesia seperti yang sudah dijelaskan tersebut sangat tinggi sekali. Terdapat sekitar 25.000 tumbuhan yang berbunga hidup dengan baik di Negara kita Indonesia. Dari total jumlah tersebut sekitar 3000 jenisnya adalah anggrek. Indonesia memiliki jenis bioma hutan hujan tropis sehingga pohon – pohon berkayu dapat tumbuh dengan subur. Terdapat 400 kayu meranti yang merupakan komoditas bernilai ekonomis yang sangat tinggi. Selain itu Indonesia juga memiliki sekitra 35.000 jenis alga dan lumut.

Indonesia meerupakan negara yang kaya raya dari segi keanekaragaman hayatinya. Dari jumlah total tumbuhan dan satwa aslinya sudah banyak yang diketahui manfaatnya untuk digunakan dalam pembuatan makanan, kosmetik, obat – obatan dan lainnya – lainnya.

Keanekaragaman hayati di Wilayah perairan juga tidak kalah tingginya. Indonesia memiliki 25 % spesies ikan dari seluruh dunia atau sekitar 9500 spesies ikan dari total 38.000 spesies.

Manfaat keanekaragaman hayati

Manfaat keanekaragaman hayati bagi Indonesia sangat banyak sekali. Berikut ini akan kami bahas secara detail penjelasannya. 

1. Keanekaragaman hewan

Keanekaragaman hewan di Indonesia memberikan banyak sekali manfaat baik dari segi ekonomis, tenaga maupun estetikanya. Beberapa jenis hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein, sumber susu dan juga dapat bermanfaat untuk membantu manusia dalam sistem transportasi. Di beberapa tempat Indonesia, sapi dan kerbau dijadikan alat untuk membajak sawah, kuda untuk mengangkut barang.

Selain untuk dimanfaatkan dalam membantu pertanian, ternyata beberapa jenis hewan ada yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi sehingga ia memang dikembangbiakkan hanya untuk di perjual belikan. Contohnya adalah ikan arwana, ayam cemani, burung berkicau seperti nuri.

2. Keanekaragaman tumbuhan

Keanakeragaman tumbuhan Indonesia memberikan manfaat positif selain dapat dikembangkan menjadi lebih tinggi nilai jualnya, beberapa makanan pokok warga di seluruh dunia ada di Indonesia seperti padi, umbi – umbian, sagu, jagung dan ketela

Rakyat Indonesia juga tidak akan kekurangan protein dan lemak nabati karena kacang – kacangan dan kelapa sawti dapat tumbuh dengan subur di Indonesia. Sekarang pengembangan biodisel mulai dikembangkan yakni dari tanaman jarak untuk menggantikan bensin dan solar yang semakin sedikit jumlahnya.

Indonesia juga kaya akan tanaman buah dan sayur – sayurannya yang dapat dimanfaatkan untuk obat – obatan maupun pembuatan apotik hidup. Selain itu beberapa jenis kayu berkualitas tinggi dapat dijadikan bahan meubel contoh kayunya adalah mahoni,  meranti, kayu bayam dan lain – lain.

Indonesai juga adalah penghasil karet yang berkualitas cukup baik karena beberapa daerah di Indonesia ditumbuhi oleh karet dengan sangat subut untuk diambil getahnya.

Indonesia juga dikenal sebagai paru – paru dunia karena terdapat hutan yang sangat banyak di beberapa pulau seperti kalimantan, papua,Jawa dan sumatera. Hutan ini sangat vital manfaatnya karena ia berperan dalam proses hidrologi dan  pencegahan banjir.

3. Keanekaragaman mikroorganisme

Keanekaragaman mikroorganisme dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kecap, tape, tempe, antibiotik, yoghurt, nata de coco dan beberapa minuman yang menggunakan bakteri Dalam Bidang kedokteran bakteri juga telah digunakan untuk pembuatan insulin sintesis untuk membantu penderita diabetes. peranan mikroorganisme juga sangat tinggi dalam menyuburkan tanah, pemurniah biji besi, mencari emas. Mikroorganisme sangat penting bagi perkembangan industri di Indonesia.

 

Tingginya Keanekaragaman hayati Di Indonesia harus dijaga dengan begitu ketat agar tidak mudah rusak. nah bagaimana car pelestarian keanekaragaman tersebut? Dapat dilakukan secara insitu dan ekstitu untuk tumbuhan maupun hewan. Insitu adalah pelestarian makhluk hidup di habitat aslinya. Sedangkan Eksitu adalah pelestarian makhluk hidup yang dilakukan di luar habitat hidup aslinya.

Langkah penyelamatan keanekaragaman tumbuhan  dan hewan di Indonesia dilakukan pemerintah dengan membuat hutan lindung, suaka margasatwa dan taman nasional.

Contoh Pelestarian Insitu adalah Pelestarian komodo di habitat aslinya yaitu pulau komodo di Nusa tenggara Timur.

Contoh pelestarian eksitu adalah kebun binatang,

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai Keanekaragaman Hayati yang telah kami ulas secara lengkap

Artikel Sebelumnya

Cabang – cabang Biologi

Pengertian Mikroskop , Bagian Bagian mikroskop

Protista Mirip Jamur